Minggu, 29 November 2009

Sir Isaac Newton


Dalam perkembangan sejarah fisika, ada sebuah cerita terkenal tentang jatuhnya sebuah apel yang telah memberikan inspirasi bagi seorang ilmuwan. Kita mengenal ilmuwan tersebut dengan nama Newton. Kejadian itu ternyata begitu berkesan baginya karena telah membangkitkan gagasan temuan yang luar biasa dalam perkembangan fisika modern. Terlepas kejadian itu hanya mitos atau bukan, tapi nampaknya peristiwa kecil itu begitu melekat pada kehidupan Newton.
Dalam perkembangan ilmu fisika, sejarah mencatat kehadiran seorang ilmuwan besar Inggris bernama Sir Isaac Newton. Beliau adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi dan kimia kelahiran Inggris yang memiliki pengaruh luar biasa dalam perkembangan fisika modern. Ilmuwan pertama yang mendapat gelar Sir di depan namanya dari kerajaan Inggris. Michael H. Hart dalam bukunya “100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah” (1978) menempatkannya di urutan nomor dua setelah Nabi Muhammad s.a.w. sebagai tokoh yang karya dan kehidupannya memiliki pengaruh besar bagi kehidupan umat manusia.
Beberapa orang mengganggap bahwa Newton adalah ilmuwan modern pertama. Julukan itu tak lepas dari ciri khas yang biasa dilakukan oleh Newton dalam memecahkan persoalan fisika. Ia tidak puas hanya dengan melakukan suatu pengamatan fisika saja. Namun selanjutnya dia selalu menerjemahkan apa yang ditelitinya ke dalam bahasa matematika. Dari situ dia merumuskan suatu teori fisika. Apa yang selalu Newton lakukan memang berbeda dengan kebanyakan ilmuwan pada saat itu. Dan sebagaimana kita ketahui bersama, prosedur seperti itulah dilakukan ilmuwan saat ini. Persis sebagaimana yang telah Newton lakukan lebih dari tiga abad lalu.
Newton lahir pada 4 Januari 1643, di Woolsthorpe, Lincolnshire, Inggris, secara prematur. Proses kelahirannya perlu mendapat bantuan dokter karena dilahirkan sebelum waktunya. Ayahnya, Isaac, seorang petani yang cukup berada, meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton dan Hannah Ayscough Newton, ibunya, mendapat warisan berupa rumah dan tanah.
Saat berusia tiga tahun, ibunya menikah lagi dengan seorang duda kaya, kepala sekolah di desa South Witham, bernama Barnabas Smith. Keputusan itu telah menyakiti hati Newton, karena harus berpisah dengan ibunya di saat dirinya membutuhkan kasih sayang. Untuk selanjutnya, Newton tinggal bersama kakek dan neneknya.
Ayah tirinya meninggal pada saat Newton berusia sepuluh tahun. Sepeninggalan ayahnya itu, ibunya, Hannah, kembali ke Woolsthorpe bersama Newton. Selanjutnya, dua tahun kemudian, Isaac melanjutkan pendidikan di Grantham dan tinggal bersama pamannya.
Kepribadian Newton agak berbeda dengan kebanyakan anak seusianya. Newton adalah anak yang pendiam, bahkan cenderung pemurung, keras kepala, dan lebih suka menyendiri. Dengan kepribadiannya itu, Newton tidak memiliki banyak teman. Kehidupan cintanya tidak begitu beruntung, bahkan hingga akhir hayatnya, dia tidak pernah menikah. Anne Storer, kekasihnya, pada akhirnya menikah dengan orang lain, setelah Newton mulai menfokuskan diri pada pelajaran. Sifat keras kepalanya sangat terlihat jelas, ketika perseteruannya dengan sesema ilmuwan, Robert Hooke.
Banyak terobosan menakjubkan yang Newton lakukan, terutama dalam bidang matematika dan fisika. Newton menyebut tahun 1666 sebagai tahun yang penuh keajaiban. Karena di tahun itulah dia banyak menemukan jawaban yang selama bertahun-tahun selalu dihindari oleh banyak pakar matematika. Newton bersama Gottfried Leibniz mengembangkan teori kalkulus. Karya Newton dalam matematika lainnya berupa teorema binomial. Pada saat itu Newton masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Cambrigde.
Karya matematika Newton terpengaruh oleh filsuf dan matematikawan Prancis, Rene Descartes dan filsuf Inggris Henry More. Mereka adalah dua tokoh gerakan New Science, yaitu sebuah gerakan yang kalangan pemikir yang berusaha mendobrak dinding batas antara sains modern dan matematika. Gerakan ini memiliki pengaruh yang kuat di seluruh Eropa.
Dalam bidang fisika, barangkali temuan Newton yang paling besar, adalah hukum-hukum tentang gerak yang menerangkan bagaimana gaya bekerja pada benda, saat bergerak maupun diam. Gaya yang dimaksud adalah gaya gravitasi. Gaya ini terutama untuk menjelaskan perjalanan planet-planet mengitari matahari. Dengan teori ini, Newton juga menjawab suatu persoalan, mengapa manusia bisa berpijak di bumi dan tidak mengapung di luar angkasa. Newton adalah orang pertama yang merumuskan teori gerak dan gravitasi yang menyebabkan suatu benda akan tertarik ke bawah. Inspirasi teorinya itu muncul tatkala secara tidak sengaja mengamati buah apel yang jatuh ke tanah pada saat dia sedang duduk beristirahat di taman menjadi sebuah cerita tersendiri.
Teori gerak yang dirumuskan Newton memiliki peran penting dalam merumuskan gerak melingkar dari hukum Kepler. Newton juga membuktikan bahwa gerak melingkar juga bisa memiliki lintasan yang tidak selalu berbentuk lingkaran sempurna, misalnya elips, hiperbola dan parabola.
Kemunculan teori gravitasi pada awalnya tidak mendapat perhatian banyak. Gagasan tentang adanya sebuah benda dapat mempengaruhi benda lain meskipun keduanya tidak terhubung dengan kawat maupun tali, pada awalnya dianggap tidak lumrah. Gagasan inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya teori gravitasi. Karya Newton yang membahas tentang kelembaman, gravitasi, gaya sentrifugal, serta hubungan diantara kedua, termuat dalam Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687), atau biasa di singkat Principia.
Karya Newton lainnya dalam bidang fisika adalah Optika. Ilmu fisika yang membicarakan tentang cahaya. Teorinya tentang cahaya itu telah membantu para ilmuwan dan perekayasa dalam merancang televise, laser, teleskop, mikroskop, kacamata dan kamera yang bekerja dengan lebih baik. Kedekatan Newton dengan teori cahaya, bermula setelah ia membeli sebuah prisma, ketika bersama temannya, John Wiskins, berjalan-jalan di sebuah pekan raya. Selanjutnya Newton terus berkutat tentang pembiasan cahaya matahari yang melalui prisma dan berkas cahaya diuraikan menjadi warna pelangi.
Karya-karyanya Newton yang lain adalah: Method of Fluxion (1671), De Motu Corporum (1684), Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687), Opticks (1704), Report as Master of the Mint (1701-1725), Arithmetica Universalis (1707), dan An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture (1754).
Sepak terjang Newton sebagai ilmuwan handal mulai terlihat sejak ia menjadi anggota Fellow of Trinity College, sebuah kelompok ilmuwan terkemuka di Universitas Cambridge, tempat Newton belajar. Keikutsertaannya itu merupakan sebuah pengakuan bahwa Newton termasuk ilmuwan berprestasi. Pada saat itu Newton masih berusia dua puluh lima tahun. Ini semua tidak terlepas karena persahabatannya dengan Isaac Barrow, seorang dosen matematika di Trinity College. Dan atas rekomendasi Barrow juga, Newton diangkat sebagai dosen matematika untuk menggantikannya.
Berkat teleskop refleksi ciptaan Newton yang cukup menggemparkan kalangan cendekiawan, tahun 1672, Newton mendapat kehormatan untuk bergabung dengan perhimpunan terpandang di Inggris, Royal Society. Perhimpunan ini lahir pada tahun 1660 dengan mendapat dukungan dari Raja Charles II. Anggota-anggotanya adalah orang-orang penting dan terkenal, seperti pakar kimia, Robert Boyle dan Christopher Wren, seorang ilmuwan sekaligus arsitek Gereja Katredal St. Paulus di London.
Di perhimpunan inilah Newton bertemu dengan Robert Hooke, yang dalam sejarah tercatat adanya persaingan dan pertentangan abadi antara Newton dan Hooke. Sebenarnya Newton pernah mendalami alchemy atau ilmu kimia. Namun Newton bisa dikatakan tidak menemukan terobosan apapun, apalagi di saat dia sedang tekun mempelajari alchemi, ibunya sedang sakit keras yang akhirnya meninggal dunia.
Tahun 1696 Newton mendapat tawaran untuk menduduki jabatan sebagai Inspektur di Percetakan Uang Kerajaan. Pada saat itu Newton menghadapi tugas yang berat, karena Kementrian Keuangan baru saja mengganti mata uang Inggris dalam rangka perbaikan ekonomi akibat perang saudara. Karena prestasi yang bagus, maka tahun 1699, Newton naik pangkat menjadi Direktur Percetakan Uang Kerajaan. Kesibukannya itu telah menjauhkan Newton dari kegiatan ilmiah akademiknya.
Saat usia enam puluh tahun, pada tahun 1703, Newton diangkat sebagai ketua perhimpunan Royal Seciety. Dengan kemepimpinan Newton tersebut, Royal Seciety semakin disegani dan memiliki banyak anggota. Pada saat itulah Newton berhasil dibujuk menerbitkan karya tulisnya tentang Optika. Newton memang sangat hati-hati dalam menerbitkan kary tulisnya. Alasan yang selalu dia kemukakan adalah karena Newton selalu merasa belum siap untuk menerbitkan karyanya tersebut. Sebelumnya karya Newton pertama tentang Principia, juga terbit atas desakan temannya Edmund Halley. Mungkin jika tanpa ada desakan dari Edmund Halley, entah kapan Newton bersedia menerbitkan karyanya?
Newton meninggal pada tanggal 20 Maret 1727, dalam usia delapan puluh empat tahun, setelah menderita sakit dan berbaring di tempat tidur selama beberapa bulan. Jenazahnya dikuburkan di pemakaman raja-raja, ratu-ratu, dan bangsawan tinggi Inggris di Westminster Abbey London, pada 4 April.
Begitu terhormatnya hingga dibutuhkan waktu selama seminggu sebelum memakamkan jenazahnya. Prosesi pemakaman diberlakukan sebagaimana keluarga kerajaan, dimana peti jenazah Newton dikawal oleh dua orang duke, tiga orang earl, dan oleh Lord Chancellor (penasehat ratu)

Galileo Galilei (1564-1642)


Perjalanan nasib Galileo pada saat itu tergantung hasil keputusan pengadilan yang berlangsung di ruang sidang Vatikan, sebuah kawasan khusus di kota Roma. Sidang yang diketuai oleh Paus Urbanus VIII, pemimpin Gereja Katolik, pada 22 Juni 1633, akan memutuskan hukuman yang dijatuhkan kepada seorang ilmuwan berusia enam puluh sembilan tahun bernama Galileo Galilei. Jika saja pada saat itu orang-orang sudah menyadari bahwa yang menjadi pesakitan pada persidangan kali itu adalah seorang astronom besar yang meletakkan dasar untuk pandangan fisika modern tentang sistem tata surya, mungkin bukan hukuman penjara seumur hidup yang diputuskan.
Keputusan tersebut diambil karena Galileo dianggap membawa aliran sesat yang dianggap berbahaya bagi Gereja Katolik. Walaupun para uskup itu mengenal Galileo secara pribadi adalah seorang Katolik yang taat dan sama sekali bukan penganut ajaran reformasi. Astronom, filsuf dan fisikawan Italia itu meyakini bahwa bukan Bumi, melainkan matahari yang menjadi pusat tata surya. Keyakinannnya senada dengan apa yang diungkapkan oleh Nikolaus Kopernikus, seorang astronom Polandia, pada buku yang berjudul “Revolusi Bola-Bola Langit”. Dalam buku itu, Kopernikus menyatakan bahwa Bumi hanyalah sebuah planet yang mengorbit di sekitar Matahari.
Pandangan tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang diterima secara resmi oleh Gereja Katolik, sehingga siapapun pengikut ajaran sesat itu harus dihukum mati. Eksekusi dilakukan oleh Inkuisisi, sebuah badan khusus yang diadakan untuk menangani ajaran-ajaran sesat pada saat itu. Tiga puluh tahun sebelum vonis pada Galileo, badan Inkuisisi telah menjatuhkan hukuman mati pada Giardano Bruno, seorang ahli filsafat yang juga dianggap sesat.
Pemicu dari hukuman itu adalah sebuah buku tulisan Galileo berjudul “Dialog Antara Dua Sistem Utama Menyangkut Alam Semesta”. Buku itu sebenarnya permintaan dari Paus Urbanus VIII, sembilan tahun sebelum sidang itu, yang meminta Galileo untuk menuliskan sebuah karya tulis ilmiah tentang pandangan-pandangan Galileo mengenai alam semesta. Semula permintaan tersebut sebenarnya adalah skenario Gereja Katolik agar ilmuwan yang disegani itu mau berada di pihak yang menentang teori Kopernikus. Namun yang terjadi justru bertentangan dengan apa yang diinginkan. Atas apa yang terjadi itu, Galileo yang pada saat itu berada di Florence diperintahkan ke Roma, meski dalam keadaan sakit.
Eropa pada abad itu memang dikendalikan oleh dua kekuatan besar. Gereja Katolik Roma yang dipimpin oleh Paus dan para filsuf yang sebagian besar menganut pandangan filsuf Yunani dua ribu tahun sebelumnya. Kalangan Gereja Katolik sangat terikat pada ajaran-ajaran Aristoteles, khususnya dalam pemahaman tentang sistem tata surya, yang kebetulan mirip dengan kutipan yang terdapat dalam Kitab Suci tentang penciptaan langit dan bumi.
Galileo dikenal sebagai bapak astronomi, fisika, dan sains modern. Karyanya meliputi penyempurnaan teleksop, observasi astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua pada mekanika klasik. Walaupun teleskop bukan penemuannya, namun Galileo merancang perbesaran hingga 32x dari teleskop yang dikenal pada saat itu. Dengan teleskopnya itu, ia menemukan empat satelit Jupiter (Io, Europa, Callisto, dan Ganymeda), bintik matahari, dan bentuk permukaan bulan. Dia juga dikenal sebagai pendukung Kopernikus.
Galileo Galilei dilahirkan sebagai anak tertua dari pasangan Vincenzo dan Giulia, pada 15 Februari 1564, di Pisa, Tuscany, Italia. Ayahnya seorang matematikawan dan musisi yang cukup termasyhur di Italia sebagai pelopor pembaharuan di bidang musik, dan merupakan orang pertama yang menerapkan matematika dalam pengkajiannya. Selain dalam bidang musik, Vincenzo juga memberikan pengaruh pada Galileo, khususnya pandangannya yang anti penguasa.
Masa kecil Galileo lebih banyak belajar pada guru privatnya. Ayahnya tidak terlalu mempercayai lembaga pendidikan umum yang ada pada saat itu. Namun akhirnya tahun 1581, pada saat Galileo berusia tujuh belas tahun, ia didaftarkan ke Universitas Pisa, jurusan kedokteran. Minat matematika Galileo sudah terlihat sejak kuliah semester pertama di universitas itu. Galileo tertarik pada matematika, khususnya tentang geometri Euklid, yang diampu oleh pakar matematika Ostillo Ricci. Hingga akhirnya pada semester itu pula Galileo pindah jurusan matematika.
Penemuan ilmiah pertama Galileo, pada hari minggu tahun 1583, terinspirasi ketika mengikuti misa di sebuah gereja. Perhatiannya tertuju pada sebuah lampu gantung yang berayun. Segera setelah misa selesai, Galileo kembali ke laboratorium universitas untuk melakukan percobaan ayunan bandul. Galileo menemukan gerak bandul atau pendulum, dan merumuskan sebuah hukum sederhana, bahwa berapapun panjang ayunan bandul, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan ayunan itu sama. Kelak para ilmuwan sekarang menyebutnya dengan ayunan periodik bandul. Selanjutnya Galileo menerapkan prinsip ayunan bandul untuk membuat jam yang teliti. Pada saat itu, pengukur waktu yang digunakan adalah gelas pasir.
Galileo meninggalkan universitas tahun 1585 tanpa gelar, setelah belajar selama empat tahun. Sebenarnya hal tersebut sudah biasa, karena di Italia pada masa itu, karena kemampuan akademik lebih dihargai daripada gelar.
Buku pertama yang ditulis Galileo berjudul “Il bilancetta”, yang memuat uraian-uraian tentang percobaan Galileo selama masih kanak-kanak di Toscana sampai masa belajarnya di Universitas Pisa. Yang menarik dari buku itu adalah himbauan Galileo tentang bagaimana menyempurnakan gagasan-gagasan filsuf besar Yunani Archimedes.
Pertemuan Galileo dengan Marquis Guidobaldo del Monte, seorang bangsawan yang menaruh perhatian pada bidang rekayasa, sains, dan filsafat, mempengaruhi nasib Galileo selanjutnya. Tahun 1589, Galileo memulai karir pertamanya sebagai pengajar matematika di Universitas Pisa, atas rekomendasi Marquis. Sejak saat itu Galileo mulai menunjukan pandangan anti-Aristotelesnya dan mendatangkan musuh.
Buku kedua berjudul “De Motu” berisi gagasan Galileo tentang gerak dan benda jatuh. Walaupun bukan gagasan murni Galileo, namun kehadiran buku itu sempat menimbulkan pertentangan. Sekali lagi hal itu karena berbeda dengan pandangan Aristoteles, yang menyatakan bahwa benda-benda dengan berat berbeda jatuh dengan laju yang berbeda-beda.
Untuk membuktikan bahwa pandangan Aristoteles salah, Galileo melakukan percobaan yang cukup populer di puncak Menara Miring Pisa, pada tahun 1591. Percobaan yang dilakukan berupa menjatuhkan dua buah peluru meriam dari ketinggian 54 meter dengan dibantu oleh asistennya. Nampak, bahwa satu-satunya gaya yang dapat mempengaruhi kecepatan jatuh itu adalah hambatan udara. Kelak lima puluh tahun setelah Galileo meninggal, seorang ilmuwan Irlandia Robert Boyle, melakukan percobaan yang memperkuat teori Galileo.
Setelah menyelesaikan kontrak mengajar di Universitas Pisa, Galileo melanjutnya mengajar di Universitas Padua. Di kota Padua ini, Galileo bersahabat dengan berbagai kalangan, diantaranya bangsawan Gianvencenzo Pinelli. Persahabatannya dengan Pinelli itu memuluskan jalan bagi Galileo untuk bergabung dalam Lingkaran Pinelli, sebuah perhimpunan berpengaruh yang disponsori oleh bangsawan.
Keuangan Galileo yang sempat terpuruk karena warisan hutang ayahnya, perlahan mulai membaik dan mampus membeli rumah di Padua. Masa delapan belas tahun di Padua, merupakan masa yang paling membahagiakan karena berbagai temuan-temuan yang penting ia hasilkan. Penemuan itu meliputi percobaannya mengenai bidang miring, pengukuran waktu, percepatan dan gerak proyektil meriam.
Gelileo memanglah bukan penemu dari teleskop. Namun Galileo memiliki peranan penting dalam menyempurnakan teleskop. Awal mula ketertarikan Galileo terhadap teleskop ketika terjadi obrolan santai dengan sahabatnya Paolo Sarpi, pada tahun 1609 di Venesia. Sarpi menceritakan tentang sebuah alat yang bisa memperbesar obyek yang dilihat. Alat itu, yang disebut teleskop, dibuat oleh seorang pembuat kacamata dari Belanda, bernama Hans Lipperhey. Namun tidak diketahui apakah memang Hans-lah penemu dari teleskop itu.
Sekembalinya ke Padua, Galileo mulai merancang sendiri teleskop menurut versinya. Pada saat itu berbagai model teleskop telah muncul dengan sangat beragam, namun dengan mutu yang terhitung rendah. Teleskop yang dikembangkan Galileo memiliki perbesaran yang lebih baik dengan bayangan yang lebih jelas.
Pada Agustus 1609, atas bantuan Sarpi, Galileo dipertemukan dengan seorang penguasa Venesia untuk mempertunjukan teleskop rancangannya. Hasil pertemuan itu menghasilkan suatu penawaran menggiurkan kepada Galileo untuk membuat sejumlah teleskop dengan berbagai imbalan yang dijanjikan. Namun setelah mengetahui ternyata tawaran yang dimaksud tidak sesuai dengan kenyataan, maka Galileo selanjutnya memperlihatkan teleskopnya kepada penguasa Florence, Pangeran Cosimo. Karena melihat bakat yang terdapat pada Galileo, maka Pangeran Cosimo memberikan suatu penawaran berupa jabatan posisi staf peneliti di bidang matematika.
Dengan teleskop itulah Galileo melakukan banyak penelitian, misalnya mencermati permukaan Bulan, yang ternyata berupa pegunungan dan jurang curam. Tahun 1610, Galileo mengamati planet Venus dan matahari. Berbagai penjelasan tentang gejala fisika yang berkaitan dengan astronomi bisa dijelaskan Galileo dengan lebih masuk akal. Salah satu satelit Jupiter, Galileo namakan Cosimo, sebagai bentuk penghormatan pada Pengeran Cosimo II.
Semua hasil penelitian astronominya, tahun 1610, selanjutnya dia tuangkan dalam sebuah buku berjudul “Utusan dari Bintang-Bintang”. Satu tahun kemudian, teleskop Galileo dipertunjukan di Roma dan dilanjutkan dengan berbagai seminar untuk membicarakan hasil penelitian Galileo. Pada saat itulah muncul berbagai tentangan untuk menggugurkan teori Galileo, seperti dari seorang ilmuwan Yesuit Jerman, Christoph Scheiner, Thomas Caccini, dan Orazio Grassi. Pertentangan ini Galileo lawan dengan bukunya yang berjudul “Pembuktian”, yang menggunakan teori Kopernikus untuk menerangkan lintasan komet. Namun yang terjadi kemudian adalah pertentang yang lebih ramai, hingga melibatkan Paus Urbanus VIII dari pihak Gereja Katolik. Untuk meredakan pertentangan itulah Paus Urbanus VIII memerintahkan Galileo untuk menulis sebuah buku yang pada akhirnya nanti justru menjadikan Galileo sebagai tahanan di rumahnya sendiri hingga akhir hayatnya.
Pada masa tahanan itulah, Galileo secara diam-diam menerbitkan kembali bukunya yang kini dianggap sebagai karya sains terbesarnya, berjudul “Dua Ilmu Baru”, pada tahun 1638. Secara umum terdapat dua bagian penting dalam buku tersebut, yaitu tentang benda-benda bergerak serta gaya-gaya yang mempengaruhi benda-benda tersebut. Bagian kedua membicarakan tentang sifat-sifat zat dan bagaimana zat yang berbeda dapat melebur dan diatur dalam berbagai bentuk yang berbeda. Buku ini betul-betul menyulut sebuah revolusi yang kelak pada masa yang akan datang membukan jalan bagi ilmuwan lain untuk mengembangkannya, sebagaimana yang dilakukan si jenius Sir Isaac Newton.
Akhir hanyat Galileo di lalui dengan berbagai malapetakan. Ia terkena infeksi mata yang berangsur-angsur mengakibatkan kebutaan. Untuk selanjutnya Galileo dibantu oleh beberapa asisten untuk melanjutkan kegiatan ilmiahnya. Pada puncak musim dingin, tanggal 8 Januari 1642, Galileo Galilei akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di Arcetri ditemani oleh Vincenzo Viviani, salah seorang muridnya.
Dalam banyak hal, Galileo-lah sebagai fisikawan pertama yang memecahkan masalah melalui eksperimen. Pendekatan dengan cara itu betul-betul baru pada masa itu. Konflik dan kekolotan oknum Gereja Katolik yang menimpa Galileo menjadi sebuah pelajaran berharga bagi semua pihak agar tidak membabi buta dalam menafsirkan pesan agama. Pada akhirnya pihak Gereja Katolik tersadar dan pada perkembangan selanjutnya justru banyak membantu perkembangan para ilmuwan. Setidaknya berkat Galileo Zaman Kegelapan sirna dengan cepat dan kemajuan demi kemajuan terus berkembang serta menyebar ke seluruh dunia.

Sir Isaac Newton


Dalam perkembangan sejarah fisika, ada sebuah cerita terkenal tentang jatuhnya sebuah apel yang telah memberikan inspirasi bagi seorang ilmuwan. Kita mengenal ilmuwan tersebut dengan nama Newton. Kejadian itu ternyata begitu berkesan baginya karena telah membangkitkan gagasan temuan yang luar biasa dalam perkembangan fisika modern. Terlepas kejadian itu hanya mitos atau bukan, tapi nampaknya peristiwa kecil itu begitu melekat pada kehidupan Newton.
Dalam perkembangan ilmu fisika, sejarah mencatat kehadiran seorang ilmuwan besar Inggris bernama Sir Isaac Newton. Beliau adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi dan kimia kelahiran Inggris yang memiliki pengaruh luar biasa dalam perkembangan fisika modern. Ilmuwan pertama yang mendapat gelar Sir di depan namanya dari kerajaan Inggris. Michael H. Hart dalam bukunya “100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah” (1978) menempatkannya di urutan nomor dua setelah Nabi Muhammad s.a.w. sebagai tokoh yang karya dan kehidupannya memiliki pengaruh besar bagi kehidupan umat manusia.
Beberapa orang mengganggap bahwa Newton adalah ilmuwan modern pertama. Julukan itu tak lepas dari ciri khas yang biasa dilakukan oleh Newton dalam memecahkan persoalan fisika. Ia tidak puas hanya dengan melakukan suatu pengamatan fisika saja. Namun selanjutnya dia selalu menerjemahkan apa yang ditelitinya ke dalam bahasa matematika. Dari situ dia merumuskan suatu teori fisika. Apa yang selalu Newton lakukan memang berbeda dengan kebanyakan ilmuwan pada saat itu. Dan sebagaimana kita ketahui bersama, prosedur seperti itulah dilakukan ilmuwan saat ini. Persis sebagaimana yang telah Newton lakukan lebih dari tiga abad lalu.
Newton lahir pada 4 Januari 1643, di Woolsthorpe, Lincolnshire, Inggris, secara prematur. Proses kelahirannya perlu mendapat bantuan dokter karena dilahirkan sebelum waktunya. Ayahnya, Isaac, seorang petani yang cukup berada, meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton dan Hannah Ayscough Newton, ibunya, mendapat warisan berupa rumah dan tanah.
Saat berusia tiga tahun, ibunya menikah lagi dengan seorang duda kaya, kepala sekolah di desa South Witham, bernama Barnabas Smith. Keputusan itu telah menyakiti hati Newton, karena harus berpisah dengan ibunya di saat dirinya membutuhkan kasih sayang. Untuk selanjutnya, Newton tinggal bersama kakek dan neneknya.
Ayah tirinya meninggal pada saat Newton berusia sepuluh tahun. Sepeninggalan ayahnya itu, ibunya, Hannah, kembali ke Woolsthorpe bersama Newton. Selanjutnya, dua tahun kemudian, Isaac melanjutkan pendidikan di Grantham dan tinggal bersama pamannya.
Kepribadian Newton agak berbeda dengan kebanyakan anak seusianya. Newton adalah anak yang pendiam, bahkan cenderung pemurung, keras kepala, dan lebih suka menyendiri. Dengan kepribadiannya itu, Newton tidak memiliki banyak teman. Kehidupan cintanya tidak begitu beruntung, bahkan hingga akhir hayatnya, dia tidak pernah menikah. Anne Storer, kekasihnya, pada akhirnya menikah dengan orang lain, setelah Newton mulai menfokuskan diri pada pelajaran. Sifat keras kepalanya sangat terlihat jelas, ketika perseteruannya dengan sesema ilmuwan, Robert Hooke.
Banyak terobosan menakjubkan yang Newton lakukan, terutama dalam bidang matematika dan fisika. Newton menyebut tahun 1666 sebagai tahun yang penuh keajaiban. Karena di tahun itulah dia banyak menemukan jawaban yang selama bertahun-tahun selalu dihindari oleh banyak pakar matematika. Newton bersama Gottfried Leibniz mengembangkan teori kalkulus. Karya Newton dalam matematika lainnya berupa teorema binomial. Pada saat itu Newton masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Cambrigde.
Karya matematika Newton terpengaruh oleh filsuf dan matematikawan Prancis, Rene Descartes dan filsuf Inggris Henry More. Mereka adalah dua tokoh gerakan New Science, yaitu sebuah gerakan yang kalangan pemikir yang berusaha mendobrak dinding batas antara sains modern dan matematika. Gerakan ini memiliki pengaruh yang kuat di seluruh Eropa.
Dalam bidang fisika, barangkali temuan Newton yang paling besar, adalah hukum-hukum tentang gerak yang menerangkan bagaimana gaya bekerja pada benda, saat bergerak maupun diam. Gaya yang dimaksud adalah gaya gravitasi. Gaya ini terutama untuk menjelaskan perjalanan planet-planet mengitari matahari. Dengan teori ini, Newton juga menjawab suatu persoalan, mengapa manusia bisa berpijak di bumi dan tidak mengapung di luar angkasa. Newton adalah orang pertama yang merumuskan teori gerak dan gravitasi yang menyebabkan suatu benda akan tertarik ke bawah. Inspirasi teorinya itu muncul tatkala secara tidak sengaja mengamati buah apel yang jatuh ke tanah pada saat dia sedang duduk beristirahat di taman menjadi sebuah cerita tersendiri.
Teori gerak yang dirumuskan Newton memiliki peran penting dalam merumuskan gerak melingkar dari hukum Kepler. Newton juga membuktikan bahwa gerak melingkar juga bisa memiliki lintasan yang tidak selalu berbentuk lingkaran sempurna, misalnya elips, hiperbola dan parabola.
Kemunculan teori gravitasi pada awalnya tidak mendapat perhatian banyak. Gagasan tentang adanya sebuah benda dapat mempengaruhi benda lain meskipun keduanya tidak terhubung dengan kawat maupun tali, pada awalnya dianggap tidak lumrah. Gagasan inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya teori gravitasi. Karya Newton yang membahas tentang kelembaman, gravitasi, gaya sentrifugal, serta hubungan diantara kedua, termuat dalam Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687), atau biasa di singkat Principia.
Karya Newton lainnya dalam bidang fisika adalah Optika. Ilmu fisika yang membicarakan tentang cahaya. Teorinya tentang cahaya itu telah membantu para ilmuwan dan perekayasa dalam merancang televise, laser, teleskop, mikroskop, kacamata dan kamera yang bekerja dengan lebih baik. Kedekatan Newton dengan teori cahaya, bermula setelah ia membeli sebuah prisma, ketika bersama temannya, John Wiskins, berjalan-jalan di sebuah pekan raya. Selanjutnya Newton terus berkutat tentang pembiasan cahaya matahari yang melalui prisma dan berkas cahaya diuraikan menjadi warna pelangi.
Karya-karyanya Newton yang lain adalah: Method of Fluxion (1671), De Motu Corporum (1684), Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687), Opticks (1704), Report as Master of the Mint (1701-1725), Arithmetica Universalis (1707), dan An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture (1754).
Sepak terjang Newton sebagai ilmuwan handal mulai terlihat sejak ia menjadi anggota Fellow of Trinity College, sebuah kelompok ilmuwan terkemuka di Universitas Cambridge, tempat Newton belajar. Keikutsertaannya itu merupakan sebuah pengakuan bahwa Newton termasuk ilmuwan berprestasi. Pada saat itu Newton masih berusia dua puluh lima tahun. Ini semua tidak terlepas karena persahabatannya dengan Isaac Barrow, seorang dosen matematika di Trinity College. Dan atas rekomendasi Barrow juga, Newton diangkat sebagai dosen matematika untuk menggantikannya.
Berkat teleskop refleksi ciptaan Newton yang cukup menggemparkan kalangan cendekiawan, tahun 1672, Newton mendapat kehormatan untuk bergabung dengan perhimpunan terpandang di Inggris, Royal Society. Perhimpunan ini lahir pada tahun 1660 dengan mendapat dukungan dari Raja Charles II. Anggota-anggotanya adalah orang-orang penting dan terkenal, seperti pakar kimia, Robert Boyle dan Christopher Wren, seorang ilmuwan sekaligus arsitek Gereja Katredal St. Paulus di London.
Di perhimpunan inilah Newton bertemu dengan Robert Hooke, yang dalam sejarah tercatat adanya persaingan dan pertentangan abadi antara Newton dan Hooke. Sebenarnya Newton pernah mendalami alchemy atau ilmu kimia. Namun Newton bisa dikatakan tidak menemukan terobosan apapun, apalagi di saat dia sedang tekun mempelajari alchemi, ibunya sedang sakit keras yang akhirnya meninggal dunia.
Tahun 1696 Newton mendapat tawaran untuk menduduki jabatan sebagai Inspektur di Percetakan Uang Kerajaan. Pada saat itu Newton menghadapi tugas yang berat, karena Kementrian Keuangan baru saja mengganti mata uang Inggris dalam rangka perbaikan ekonomi akibat perang saudara. Karena prestasi yang bagus, maka tahun 1699, Newton naik pangkat menjadi Direktur Percetakan Uang Kerajaan. Kesibukannya itu telah menjauhkan Newton dari kegiatan ilmiah akademiknya.
Saat usia enam puluh tahun, pada tahun 1703, Newton diangkat sebagai ketua perhimpunan Royal Seciety. Dengan kemepimpinan Newton tersebut, Royal Seciety semakin disegani dan memiliki banyak anggota. Pada saat itulah Newton berhasil dibujuk menerbitkan karya tulisnya tentang Optika. Newton memang sangat hati-hati dalam menerbitkan kary tulisnya. Alasan yang selalu dia kemukakan adalah karena Newton selalu merasa belum siap untuk menerbitkan karyanya tersebut. Sebelumnya karya Newton pertama tentang Principia, juga terbit atas desakan temannya Edmund Halley. Mungkin jika tanpa ada desakan dari Edmund Halley, entah kapan Newton bersedia menerbitkan karyanya?
Newton meninggal pada tanggal 20 Maret 1727, dalam usia delapan puluh empat tahun, setelah menderita sakit dan berbaring di tempat tidur selama beberapa bulan. Jenazahnya dikuburkan di pemakaman raja-raja, ratu-ratu, dan bangsawan tinggi Inggris di Westminster Abbey London, pada 4 April.
Begitu terhormatnya hingga dibutuhkan waktu selama seminggu sebelum memakamkan jenazahnya. Prosesi pemakaman diberlakukan sebagaimana keluarga kerajaan, dimana peti jenazah Newton dikawal oleh dua orang duke, tiga orang earl, dan oleh Lord Chancellor (penasehat ratu)

Galileo Galilei (1564-1642)


Perjalanan nasib Galileo pada saat itu tergantung hasil keputusan pengadilan yang berlangsung di ruang sidang Vatikan, sebuah kawasan khusus di kota Roma. Sidang yang diketuai oleh Paus Urbanus VIII, pemimpin Gereja Katolik, pada 22 Juni 1633, akan memutuskan hukuman yang dijatuhkan kepada seorang ilmuwan berusia enam puluh sembilan tahun bernama Galileo Galilei. Jika saja pada saat itu orang-orang sudah menyadari bahwa yang menjadi pesakitan pada persidangan kali itu adalah seorang astronom besar yang meletakkan dasar untuk pandangan fisika modern tentang sistem tata surya, mungkin bukan hukuman penjara seumur hidup yang diputuskan.
Keputusan tersebut diambil karena Galileo dianggap membawa aliran sesat yang dianggap berbahaya bagi Gereja Katolik. Walaupun para uskup itu mengenal Galileo secara pribadi adalah seorang Katolik yang taat dan sama sekali bukan penganut ajaran reformasi. Astronom, filsuf dan fisikawan Italia itu meyakini bahwa bukan Bumi, melainkan matahari yang menjadi pusat tata surya. Keyakinannnya senada dengan apa yang diungkapkan oleh Nikolaus Kopernikus, seorang astronom Polandia, pada buku yang berjudul “Revolusi Bola-Bola Langit”. Dalam buku itu, Kopernikus menyatakan bahwa Bumi hanyalah sebuah planet yang mengorbit di sekitar Matahari.
Pandangan tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang diterima secara resmi oleh Gereja Katolik, sehingga siapapun pengikut ajaran sesat itu harus dihukum mati. Eksekusi dilakukan oleh Inkuisisi, sebuah badan khusus yang diadakan untuk menangani ajaran-ajaran sesat pada saat itu. Tiga puluh tahun sebelum vonis pada Galileo, badan Inkuisisi telah menjatuhkan hukuman mati pada Giardano Bruno, seorang ahli filsafat yang juga dianggap sesat.
Pemicu dari hukuman itu adalah sebuah buku tulisan Galileo berjudul “Dialog Antara Dua Sistem Utama Menyangkut Alam Semesta”. Buku itu sebenarnya permintaan dari Paus Urbanus VIII, sembilan tahun sebelum sidang itu, yang meminta Galileo untuk menuliskan sebuah karya tulis ilmiah tentang pandangan-pandangan Galileo mengenai alam semesta. Semula permintaan tersebut sebenarnya adalah skenario Gereja Katolik agar ilmuwan yang disegani itu mau berada di pihak yang menentang teori Kopernikus. Namun yang terjadi justru bertentangan dengan apa yang diinginkan. Atas apa yang terjadi itu, Galileo yang pada saat itu berada di Florence diperintahkan ke Roma, meski dalam keadaan sakit.
Eropa pada abad itu memang dikendalikan oleh dua kekuatan besar. Gereja Katolik Roma yang dipimpin oleh Paus dan para filsuf yang sebagian besar menganut pandangan filsuf Yunani dua ribu tahun sebelumnya. Kalangan Gereja Katolik sangat terikat pada ajaran-ajaran Aristoteles, khususnya dalam pemahaman tentang sistem tata surya, yang kebetulan mirip dengan kutipan yang terdapat dalam Kitab Suci tentang penciptaan langit dan bumi.
Galileo dikenal sebagai bapak astronomi, fisika, dan sains modern. Karyanya meliputi penyempurnaan teleksop, observasi astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua pada mekanika klasik. Walaupun teleskop bukan penemuannya, namun Galileo merancang perbesaran hingga 32x dari teleskop yang dikenal pada saat itu. Dengan teleskopnya itu, ia menemukan empat satelit Jupiter (Io, Europa, Callisto, dan Ganymeda), bintik matahari, dan bentuk permukaan bulan. Dia juga dikenal sebagai pendukung Kopernikus.
Galileo Galilei dilahirkan sebagai anak tertua dari pasangan Vincenzo dan Giulia, pada 15 Februari 1564, di Pisa, Tuscany, Italia. Ayahnya seorang matematikawan dan musisi yang cukup termasyhur di Italia sebagai pelopor pembaharuan di bidang musik, dan merupakan orang pertama yang menerapkan matematika dalam pengkajiannya. Selain dalam bidang musik, Vincenzo juga memberikan pengaruh pada Galileo, khususnya pandangannya yang anti penguasa.
Masa kecil Galileo lebih banyak belajar pada guru privatnya. Ayahnya tidak terlalu mempercayai lembaga pendidikan umum yang ada pada saat itu. Namun akhirnya tahun 1581, pada saat Galileo berusia tujuh belas tahun, ia didaftarkan ke Universitas Pisa, jurusan kedokteran. Minat matematika Galileo sudah terlihat sejak kuliah semester pertama di universitas itu. Galileo tertarik pada matematika, khususnya tentang geometri Euklid, yang diampu oleh pakar matematika Ostillo Ricci. Hingga akhirnya pada semester itu pula Galileo pindah jurusan matematika.
Penemuan ilmiah pertama Galileo, pada hari minggu tahun 1583, terinspirasi ketika mengikuti misa di sebuah gereja. Perhatiannya tertuju pada sebuah lampu gantung yang berayun. Segera setelah misa selesai, Galileo kembali ke laboratorium universitas untuk melakukan percobaan ayunan bandul. Galileo menemukan gerak bandul atau pendulum, dan merumuskan sebuah hukum sederhana, bahwa berapapun panjang ayunan bandul, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan ayunan itu sama. Kelak para ilmuwan sekarang menyebutnya dengan ayunan periodik bandul. Selanjutnya Galileo menerapkan prinsip ayunan bandul untuk membuat jam yang teliti. Pada saat itu, pengukur waktu yang digunakan adalah gelas pasir.
Galileo meninggalkan universitas tahun 1585 tanpa gelar, setelah belajar selama empat tahun. Sebenarnya hal tersebut sudah biasa, karena di Italia pada masa itu, karena kemampuan akademik lebih dihargai daripada gelar.
Buku pertama yang ditulis Galileo berjudul “Il bilancetta”, yang memuat uraian-uraian tentang percobaan Galileo selama masih kanak-kanak di Toscana sampai masa belajarnya di Universitas Pisa. Yang menarik dari buku itu adalah himbauan Galileo tentang bagaimana menyempurnakan gagasan-gagasan filsuf besar Yunani Archimedes.
Pertemuan Galileo dengan Marquis Guidobaldo del Monte, seorang bangsawan yang menaruh perhatian pada bidang rekayasa, sains, dan filsafat, mempengaruhi nasib Galileo selanjutnya. Tahun 1589, Galileo memulai karir pertamanya sebagai pengajar matematika di Universitas Pisa, atas rekomendasi Marquis. Sejak saat itu Galileo mulai menunjukan pandangan anti-Aristotelesnya dan mendatangkan musuh.
Buku kedua berjudul “De Motu” berisi gagasan Galileo tentang gerak dan benda jatuh. Walaupun bukan gagasan murni Galileo, namun kehadiran buku itu sempat menimbulkan pertentangan. Sekali lagi hal itu karena berbeda dengan pandangan Aristoteles, yang menyatakan bahwa benda-benda dengan berat berbeda jatuh dengan laju yang berbeda-beda.
Untuk membuktikan bahwa pandangan Aristoteles salah, Galileo melakukan percobaan yang cukup populer di puncak Menara Miring Pisa, pada tahun 1591. Percobaan yang dilakukan berupa menjatuhkan dua buah peluru meriam dari ketinggian 54 meter dengan dibantu oleh asistennya. Nampak, bahwa satu-satunya gaya yang dapat mempengaruhi kecepatan jatuh itu adalah hambatan udara. Kelak lima puluh tahun setelah Galileo meninggal, seorang ilmuwan Irlandia Robert Boyle, melakukan percobaan yang memperkuat teori Galileo.
Setelah menyelesaikan kontrak mengajar di Universitas Pisa, Galileo melanjutnya mengajar di Universitas Padua. Di kota Padua ini, Galileo bersahabat dengan berbagai kalangan, diantaranya bangsawan Gianvencenzo Pinelli. Persahabatannya dengan Pinelli itu memuluskan jalan bagi Galileo untuk bergabung dalam Lingkaran Pinelli, sebuah perhimpunan berpengaruh yang disponsori oleh bangsawan.
Keuangan Galileo yang sempat terpuruk karena warisan hutang ayahnya, perlahan mulai membaik dan mampus membeli rumah di Padua. Masa delapan belas tahun di Padua, merupakan masa yang paling membahagiakan karena berbagai temuan-temuan yang penting ia hasilkan. Penemuan itu meliputi percobaannya mengenai bidang miring, pengukuran waktu, percepatan dan gerak proyektil meriam.
Gelileo memanglah bukan penemu dari teleskop. Namun Galileo memiliki peranan penting dalam menyempurnakan teleskop. Awal mula ketertarikan Galileo terhadap teleskop ketika terjadi obrolan santai dengan sahabatnya Paolo Sarpi, pada tahun 1609 di Venesia. Sarpi menceritakan tentang sebuah alat yang bisa memperbesar obyek yang dilihat. Alat itu, yang disebut teleskop, dibuat oleh seorang pembuat kacamata dari Belanda, bernama Hans Lipperhey. Namun tidak diketahui apakah memang Hans-lah penemu dari teleskop itu.
Sekembalinya ke Padua, Galileo mulai merancang sendiri teleskop menurut versinya. Pada saat itu berbagai model teleskop telah muncul dengan sangat beragam, namun dengan mutu yang terhitung rendah. Teleskop yang dikembangkan Galileo memiliki perbesaran yang lebih baik dengan bayangan yang lebih jelas.
Pada Agustus 1609, atas bantuan Sarpi, Galileo dipertemukan dengan seorang penguasa Venesia untuk mempertunjukan teleskop rancangannya. Hasil pertemuan itu menghasilkan suatu penawaran menggiurkan kepada Galileo untuk membuat sejumlah teleskop dengan berbagai imbalan yang dijanjikan. Namun setelah mengetahui ternyata tawaran yang dimaksud tidak sesuai dengan kenyataan, maka Galileo selanjutnya memperlihatkan teleskopnya kepada penguasa Florence, Pangeran Cosimo. Karena melihat bakat yang terdapat pada Galileo, maka Pangeran Cosimo memberikan suatu penawaran berupa jabatan posisi staf peneliti di bidang matematika.
Dengan teleskop itulah Galileo melakukan banyak penelitian, misalnya mencermati permukaan Bulan, yang ternyata berupa pegunungan dan jurang curam. Tahun 1610, Galileo mengamati planet Venus dan matahari. Berbagai penjelasan tentang gejala fisika yang berkaitan dengan astronomi bisa dijelaskan Galileo dengan lebih masuk akal. Salah satu satelit Jupiter, Galileo namakan Cosimo, sebagai bentuk penghormatan pada Pengeran Cosimo II.
Semua hasil penelitian astronominya, tahun 1610, selanjutnya dia tuangkan dalam sebuah buku berjudul “Utusan dari Bintang-Bintang”. Satu tahun kemudian, teleskop Galileo dipertunjukan di Roma dan dilanjutkan dengan berbagai seminar untuk membicarakan hasil penelitian Galileo. Pada saat itulah muncul berbagai tentangan untuk menggugurkan teori Galileo, seperti dari seorang ilmuwan Yesuit Jerman, Christoph Scheiner, Thomas Caccini, dan Orazio Grassi. Pertentangan ini Galileo lawan dengan bukunya yang berjudul “Pembuktian”, yang menggunakan teori Kopernikus untuk menerangkan lintasan komet. Namun yang terjadi kemudian adalah pertentang yang lebih ramai, hingga melibatkan Paus Urbanus VIII dari pihak Gereja Katolik. Untuk meredakan pertentangan itulah Paus Urbanus VIII memerintahkan Galileo untuk menulis sebuah buku yang pada akhirnya nanti justru menjadikan Galileo sebagai tahanan di rumahnya sendiri hingga akhir hayatnya.
Pada masa tahanan itulah, Galileo secara diam-diam menerbitkan kembali bukunya yang kini dianggap sebagai karya sains terbesarnya, berjudul “Dua Ilmu Baru”, pada tahun 1638. Secara umum terdapat dua bagian penting dalam buku tersebut, yaitu tentang benda-benda bergerak serta gaya-gaya yang mempengaruhi benda-benda tersebut. Bagian kedua membicarakan tentang sifat-sifat zat dan bagaimana zat yang berbeda dapat melebur dan diatur dalam berbagai bentuk yang berbeda. Buku ini betul-betul menyulut sebuah revolusi yang kelak pada masa yang akan datang membukan jalan bagi ilmuwan lain untuk mengembangkannya, sebagaimana yang dilakukan si jenius Sir Isaac Newton.
Akhir hanyat Galileo di lalui dengan berbagai malapetakan. Ia terkena infeksi mata yang berangsur-angsur mengakibatkan kebutaan. Untuk selanjutnya Galileo dibantu oleh beberapa asisten untuk melanjutkan kegiatan ilmiahnya. Pada puncak musim dingin, tanggal 8 Januari 1642, Galileo Galilei akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di Arcetri ditemani oleh Vincenzo Viviani, salah seorang muridnya.
Dalam banyak hal, Galileo-lah sebagai fisikawan pertama yang memecahkan masalah melalui eksperimen. Pendekatan dengan cara itu betul-betul baru pada masa itu. Konflik dan kekolotan oknum Gereja Katolik yang menimpa Galileo menjadi sebuah pelajaran berharga bagi semua pihak agar tidak membabi buta dalam menafsirkan pesan agama. Pada akhirnya pihak Gereja Katolik tersadar dan pada perkembangan selanjutnya justru banyak membantu perkembangan para ilmuwan. Setidaknya berkat Galileo Zaman Kegelapan sirna dengan cepat dan kemajuan demi kemajuan terus berkembang serta menyebar ke seluruh dunia.