Selasa, 04 Agustus 2009

AKUNTANSI UNTUK LEASING

ABSTRAK

Leasing adalah satu arah untuk mempunyai harta berwujud tanpa membelanjakan banyak uang. Leasing dapat dibagi menjadi dua jenis: operating lease dan capital lease. kita harus membayar pembayaran angsuran pada waktu tertentu. Sewa Operasi adalah transaksi leasing, sebab ada tidak (ada) pilihan pembelian, kepemilikan memindahkan, menyewa periode kurang dari 75% masa penggunaan dan nilai sekarang tidak lebih dari 90% dari nilai harga pasar yang disewa. Catatan ini menguraikan teknik akuntansi yang berhubungan dengan menyewa transaksi, kedua-duanya: penyewa dan pemberi sewaan.

Kata Kunci: sewa operasional, sewa [modal/ibukota], penyewa, pemberi sewaan

I. PENGERTIAN LEASING

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam PSAK No. 30 mengistilahkan leasing menjadi kegiatan sewa guna usaha dalam Buku Standar Akuntansi Keuangan. Kegiatan sewa guna usaha diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia pada tahun 1974 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan clan Menteri Perindustrian No. Kep-122/MK/2/1974, No. 32/M/SK/ 2/1974 clan No. 30/Kpb/I/74 tanggal 7 Pebruari 1974 tentang "Perijinan Usaha Leasing", Sejak saat itu dan khususnya sejak tahun 1980 jumlah perusahaan sewa guna usaha dan transaksi sewa guna usaha makin meningkat dari tahun ke tahun untuk membiayai penyediaan barang-barang modal dunia usaha.

Hadirnya perusahaan sewa guna usaha patungan bersama perusahaan swasta nasional telah mampu mempopulerkan peranan kegiatan sewa guna usaha sebagai

alternatif pembiayaan barang modal yang sangat dibutuhkan para pengusaha di Indonesia, disamping cara-cara pembiayaan konvensional yang lazim. Sekarang mari kita lihat tentang definisi leasing. SKB Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian menyatakan: “Leasing ialah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati bersama” Definisi tersebut tampaknya hanya menampung satu jenis sewa guna usaha yang lazim disebut financial lease atau pembiayaan dengan cara sewa guna usaha. Namun demikian, dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/ KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988, jenis kegiatan sewa guna usaha telah diperluas yang menampung definisi berikut ini:

“ Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Financial Lease maupun Operating Lease untuk digunakan oleh penyewa guna usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.”

Capital Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha, di mana Penyewa Guna Usaha pada akhir masa kontrak memiliki hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama. Operating Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha di mana Penyewa Guna Usaha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha. Kieso et. al. (2004) mendefinisikan leasing sebagai berikut:

A lease is contractual agreement between a lessor and a lessee that gives the lessee the right to use specific property, owned by the lessor, for a specified period of time in return for stipulated, and generally periodic, cash payments (rent).

II. KEUNGGULAN LEASING DARI SEGI EKONOMI

Skousen et. al. (2003) menuliskan tiga keunggulan utama bagi lessee untuk leasing daripada membeli :

1. Tidak ada uang muka;

Perjanjian lease seringkali dibuat sedemikian rupa sehingga 100 % nilai aktiva dibiayai melalui lease. Tentu saja banyak kontrak leasing membutuhkan uang muka – sebagai contoh, perhatikan iklan yang Anda lihat untuk kontrak leasing sebuah mobil.

2. Menghindari risiko kepemilikan;

Ada banyak risiko yang menyertai kepemilikian dari suatu aset. Ini mencakup kerugian karena bencana, keausan, perubahan kondisi ekonomi, dan kerusakan fisik.

3. Fleksibilitas;

Kondisi bisnis dan persyaratan berubah setiap saat. Jika aset dileasekan, perusahaan dapat mengganti aset tersebut dengan mudah sebagai respon terhadap perubahan. Contoh dari kondisi ini adalah industri berteknologi tinggi dengan perubahan yang cepat di bidang komputer, robotik, dan telekomunikasi. Fleksibilitas adalah alasan utama berkembangnya leasing otomotif. Sedangkan keuntungan bagi Lessor dengan meleasingkan asetnya daripada menjual adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan penjualan.

Dengan menawarkan kepada konsumen potensial pilihan untuk melease produknya, manufaktur atau dealer dapat secara signifikan meningkatkan volume penjualan.

  1. Kelangsungan hubungan dengan lessee.

Dalam leasing, lessor dan lessee mempertahankan hubungan selama periode tertentu dan hubungan bisnis jangka panjang sering terbina melalui leasing.

  1. Nilai sisa dipertahankan.

Di dalam kontrak lease, hak kepemilikan dari aset yang dilease tidak pernah beralih ke lessee. Keuntungan lessor dari kondisi ekonomi dapat menimbulkan nilai residu yang signifikan pada akhir periode leasing. Lessor dapat meleasekan aset kepada lessee yang lain atau menjual aset dengan mengakui keuntungan penjualan. Dalam ringkasan, kontrak lease sering terdengar sebagai praktek bisnis baik bagi lessee maupun lessor. Sisa dari bab ini akan mendiskusikan kerumitan dan ketertarikan perlakuan

akuntansi untuk lease.

Akuntansi leasing dibagi menjadi dua kelompok besar – Capital Lease (Lease Modal) dan Operating Lease (Lease Operasi). Jika kontrak lease mensinyalir adanya perpindahan aset dari lessor ke lessee dianggap sebagai Capital Lease. Dianggap sebagai operating lease apabila perjanjian digolongkan sebagai perjanjian sewa, tidak ada perubahan kepemilikan. Pendapatan sewa lease diakui setiap tahun saat pembayaran lease ditagih.

Pada pembahasan selanjutnya berisi deskripsi yang lebih rinci tentang persyaratan yang ditemukan dalam kontrak lease. Perlakuan akuntansi khusus akan digunakan untuk membedakan operating lease dan capital lease.

III. SIFAT-SIFAT LEASE

Ketentuan kontrak lease berbeda-beda seperti: syarat pembatalan dan denda, opsi pembaruan dan pembelian dengan harga murah, periode lease, umur ekonomis aktiva, nilai residu, pembayaran lease minimum, suku bunga implisit dari kontrak lease, dan tingkat resiko yang ditanggung lessee, termasuk pembayaran biaya tertentu seperti pemeliharaan, asuransi, dan pajak.

Syarat-syarat pembatalan

Beberapa leasing tidak dapat dibatalkan, artinya kontrak leasing ini hanya dapat dibatalkan apabila ada ketidakpastian di masa yang akan datang atau syarat-syarat pembatalan dan denda pada leasing ini sangat mahal bagi lessee sehingga pembatalan tidak terjadi. Semua leasing yang dapat dibatalkan termasuk dalam operating lease; beberapa, tidak semua, leasing yang tidak dapat dibatalkan termasuk dalam capital lease.

Opsi pembelian dengan harga murah

Leasing kadang termasuk syarat yang diberikan kepada lessee, hak untuk membeli aset diwaktu yang akan datang. Jika opsi pembelian dengan harga tertentu yang telah dipertimbangkan diharapkan lebih kecil daripada harga pasar saat opsi untuk membeli maka opsi tersebut dapat diterima, kemudian opsi tersebut akan disebut bargain purchase option. Leasing dengan opsi untuk membeli termasuk dalam capital lease.

Periode lease

Untuk tujuan akuntansi, akhir dari periode lease didefinisikan sebagai akhir dari periode leasing yang tidak dapat dibatalkan, ditambah semua opsi pembaruan yang dijalankan. Opsi untuk pembaruan adalah syarat leasing seperti tingkat bunga leasing yang menarik atau syarat-syarat lain yang lebih disenangi, yang, dalam perjanjian lease dianggap sebagai pembaruan yang lebih panjang dari masa periode lease yang sudah disepakati.

Nilai residu

Harga pasar dari aset yang dilease diakhir periode lease dianggap sebagai nilai residu. Dalam beberapa perjanjian leasing, periode leasing diperpanjang sampai hampir seluruh umur ekonomis aset atau jangka waktu selama aset terus berproduksi, dan ada sedikit, nilai residu.

Pembayaran Leasing Minimum

Pembayaran sewa membutuhkan jangka waktu lease ditambah jumlah apapun yang harus dibayar untuk nilai residu baik itu opsi untuk membeli atau jaminan nilai residu termasuk dalam pembayaran leasing minimum. Pembayaran leasing terkadang termasuk pengenaan biaya seperti asuransi, pemeliharaan, dan pajak yang terjadi pada aset yang dilease. Biaya ini disebut sebagai executory cost dan tidak termasuk dalam pembayaran leasing minimum.

IV. KRITERIA PENGGOLONGAN LEASE

Topik akuntansi tentang leasing di Indonesia dinyatakan dalam PSAK No. 30. Sedangkan di Amerika Serikat (USA), FASB menerbitkan statement No. 13, “Akuntansi untuk leasing”. Tujuannya untuk menggambarkan kenyataan ekonomi dalam leasing dengan memperlakukan beberapa lease jangka panjang menjadi pelaporan sebagai pembelian harta bagi lessee dan penjualan bagi lessor. Kriteria untuk menentukan walaupun lease hanya sebuah kontrak persewaan (lease operasi) atau sebagai pembelian properti. (lease modal). Kriteria klasifikasi lease dan penggunaannya bagi lessee dan lessor diringkas dalam peraga berikut :

Lease Modal Lease Operasi

Ya <------------------------Pengalihan Pemilikan --------------------> Tidak

Ya <----------------Opsi Pembelian Dengan Harga Murah ------> Tidak

Ya <-----Jangka Lease > 75% Taksiran Umur Ekonomis -----> Tidak

Ya <------ Nilai Sekarang Pembayaran > 90% Nilai Pasar ----> Tidak

Kriteria tambahan yang berlaku untuk lessor :

1. Ketertagihan pembayaran lease minimum cukup dapat diramalkan.

2. Biaya yang masih akan dikeluarkan oleh lessor telah diketahui.

Lessee : Lease modal jika salah satu dari kriteria umum terpenuhi.

Lessor : Lease modal jika salah satu dari kriteria umum terpenuhi dan kedua kriteria tambahan terpenuhi.

Kriteria penggolongan - Lessee dan Lessor

Keempat kriteria umum yang berlaku untuk semua lease baik bagi lessee maupun lessor berkaitan dengan pengalihan pemilikan, opsi pembelian dengan harga murah, umur ekonomis, dan nilai pasar. Kriteria pengalihan kepemilikan terpenuhi jika lease mengandung ketentuan yang mengalihkan pemilikan sepenuhnya atas harta kepada lease pada akhir periode lease. Kriteria terdapatnya opsi pembelian terpenuhi jika lease berisikan opsi pembelian dengan harga murah. Kriteria ketiga berhubungan dengan umur ekonomis dari suatu aktiva. Kriteria ini terpenuhi jika periode lease sama dengan atau lebih daripada 75% taksiran umur ekonomis harta yang dilease. Kriteria umum yang keempat berfokus pada hubungan nilai pasar wajar anuitas pembayaran lease. Kriteria ini terpenuhi jika nilai sekarang pada awal periode lease dari pembayaran lease minimum, tidak termasuk biaya eksekutori, sama dengan atau lebih dari 90% dari nilai pasar wajar aktiva. Suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokan pembayaran lease minimum sangat berperan dalam menentukan apakah kriteria pembayaran pokok investasi dipenuhi. Semakin rendah suku bunga diskonto yang digunakan, semakin tinggi nilai sekarang pembayaran lease minimum dan semakin besar kemungkinan bahwa kriteria pembayaran pokok investasi sebesar 90% akan terpenuhi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, FASB menetapkan bahwa lessor harus menggunakan suku bunga implisit dari perjanjian lease. Lessee juga menggunakan suku bunga implisit dari lessor jika hal itu diketahui dan jika lebih rendah daripada suku bunga pinjaman inkremental dari lessee. Jika lessee tidak dapat menentukan suku bunga implisit lessor, maka dia harus menggunakan suku bunga pinjaman inkrementalnya.

Karena suku bunga pinjaman inkremental kerap kali lebih tinggi daripada suku bunga implisit, dan karena lessee pada umumnya tidak ingin mengkapitalisasi lease, banyak lessee menggunakan suku bunga pinjaman inkremental dan tidak berupaya menaksir suku bunga implisit. Pada tahun 1980-an, mengusulkan pengetatan kriteria lease modal dengan mengharuskan lessee untuk memperkirakan suku bunga implisit dalam semua masalah. FASB mengeluarkan proposal pada saat kecaman ketentuan proposal ini menjadi meluas.

Kriteria Penggolongan Tambahan – Lessor

Selain memenuhi salah satu dari empat kriteria umum, lessor harus memenuhi dua kriteria tambahan agar boleh melaporkan suatu lease sebagai lease modal yaitu : Penagihan pembayaran lease minimum cukup bisa diramalkan dan sebagian besar pengeluaran telah dilakukan dalam kegiatan yang dilakukan oleh lessor.

Peraga Penetapan Kriteria Penggolongan Lease untuk Situasi Lease

Ketentuan Lease Lease # 1 Lease # 2 Lease # 3 Lease # 4

Dapat dibatalkan Tidak Tidak Ya Ya

Hak berpindah kepada lesse Tidak Ya Tidak Ya

Opsi pembelian dgn harga

murah

Tidak Tidak Ya Tidak

Periode lease 10 tahun 10 tahun 8 tahun 10 tahun

Umur ekonomis aktiva 14 tahun 15 tahun 13 tahun 12 tahun

Nilai sekarang dari pembayaran

lease minimum sebagai

persentase dari nilai pasar

wajar-suku bunga incremental

80% 79% 95% 76%

Ketentuan Lease Lease # 1 Lease # 2 Lease # 3 Lease # 4

Nilai sekarang dari pembayaran

lease minimum sebagai

persentase dari nilai pasar

wajar-suku bunga implisit

92% 91% 92% 82%

Lesse mengetahui suku bunga

implisit

Tidak Tidak Ya Ya

Nilai residual yang tidak dijamin Ya Tidak Tidak Tidak

Nilai residual dijamin pihak

ketiga

Tidak Ya Tidak Tidak

Nilai sekarang dari pembayaran

lease minimum tanpa nilai

residual yang dijamin pihak

ketiga sebagai persentase nilai

pasar wajar-suku bunga implisit

92% 80% 92% 82%

Pembayaran sewa data ditagih

dan biaya lessor sudah pasti

Ya Ya Tidak Ya

Analisis atas lease:

Lesse

Diperlakukan sebagai lease

modal

Tidak Ya Ya Tidak

Kriteria yang dipenuhi Tidak ada 1 2 dan 4

Penggunaan suku bunga

pinjaman inkremental

Tidak tepat Ya Tidak

Periode amortisasi Tidak tepat 15 tahun 13 tahun

Harus

bersifat

tidak dapat

dibatalkan

Ketentuan Lease Lease # 1 Lease # 2 Lease # 3 Lease # 4

Lessor

Perlakuan sebagai lease modal Ya Ya Tidak Tidak

Yang dipenuhi dari 4 kriteria

prename

4 1 dan 4 2 dan 4

Kriteria lessor terpenuhi Ya Ya Tidak

Harus

bersifat

tidak data

dibatalkan

V. AKUNTANSI UNTUK LEASE LESSEE

Dari segi lessee, leasing digolongkan menjadi dua jenis

yaitu lease operasi (operating lease) dan lease modal (capital

lease). Jika suatu lease memenuhi salah satu dari 4 kriteria

penggolongan yang dibahas sebelumnya, maka lease itu

diperlakukan sebagai lease modal. Sebaliknya, jika kriteria itu

tidak ada yang terpenuhi maka digolongkan sebagai lease

operasi.

Akuntansi bagi Lease Operasi – Lesse

Lease operasi dianggap merupakan perjanjian sewa biasa.

Misalkan persyaratan lease bagi peralatan pabrik adalah

pembayaran biaya lease $40.000 setiap tahun. Ayat jurnal

pencatatan pembayaran sewa setahun akan menjadi sebagai

berikut:

Beban Sewa ………………………………………40.000

Kas …………………………………………….40.000

Akuntansi bagi Lease Modal – Lesse

Lease modal (capital lease) dianggap lebih merupakan

pembelian harta daripada penyewaan. Akibatnya akuntansi

bagi lease modal oleh pihak lesse menuntut ayat jurnal yang

mirip dengan jurnal transaksi pembelian aktiva dengan kredit

jangka panjang. Jumlah yang harus dicatat sebagai aktiva dan

sebagai kewajiban adalah nilai sekarang dari pembayaran

lease minimum dimasa mendatang sebagaimana telah

didefinisikan sebelumnya.

Nilai harta harus diamortisasi sesuai dengan kebijakan

penyusutan normal dari lesse. Periode amortisasi yang akan

digunakan tergantung kriteria yang digunakan untuk

menggolongkan lease sebagai lease modal. Jika kualifikasi

lease adanya transfer kepemilikan dan opsi pembelian murah,

umur ekonomi dari harta harus digunakan sejak diasumsikan

lessee akan mengambil alih asset tersebut untuk mengetahui

umur pakai dari aktiva tersebut pada akhir periode lease.

Perkiraan hutang lease harus dikurangkan setiap periode

karena telah dilakukan pembayarannya. Suku bunga

inkremental bagi lessee atau suku bunga implisit bagi lessor,

digunakan mana yang lebih rendah digunakan untuk

menghitung biaya bunga. Jika pembayaran dilakukan pada

bulan Januari maka bunga akrual pada 31 Desember harus

diakui. Kebijakan biaya penyusutan adalah garis lurus.

VI. AKUNTANSI UNTUK LEASE LESSOR

Sebagaimana diperlihatkan di muka, jika lease

memenuhi salah satu dari empat kriteria yang berlaku bagi

lessee maupun lessor, ditambah kedua persyaratan bagi

lessor (yakni ketertagihan dan penyelesaian sebagian besar

biaya yang harus dikeluarkan), maka lease itu digolongkan

sebagai lease modal oleh lessor dan dicatat entah sebagai

lease pembiayaan langsung ataupun sebagai lease jenis

penjualan.

Lease pembiayaan langsung melibatkan lessor yang

terutama bergerak dalam kegiatan pembiayaan, seperti bank

atau lembaga keuangan. Lessor memandang lease tersebut

sebagai investasi. Pendapatan yang dihasilkan lease jenis ini

adalah pendapatan bunga. Lease jenis penjualan

melibatkan produsen atau penyalur yang menggunakan lease

sebagai salah satu cara untuk memudahkan pemasaran

produknya. Dengan demikian, ada dua jenis pendapatan

yang berbeda dari lease semacam ini, yaitu (1) laba atau

kerugian langsung yang merupakan selisih antara harga

pokok harta yang dilease dengan harga jualnya, atau nilai

wajarnya, pada saat lease diprakarsai, dan (2) pendapatan

bunga yang diperoleh selama lessee melakukan pembayaran

sewa yang melunasi kewajiban sewa ditambah bunga.

Untuk lease operasi, lease pembiayaan langsung, atau

lease jenis penjualan, lessor harus mengeluarkan biaya

tertentu, yang disebut sebagai biaya langsung awal, dalam

memperoleh lease. Biaya ini meliputi biaya negosiasi lease,

melaksanakan pemeriksaan kredit lessee dan menyiapkan

dokumen lease.

Akuntansi untuk Lease Operasi – Lessor

Akuntansi untuk lease operasi bagi lessor persis sama

seperti yang telah diuraikan untuk lessee. Lessor mengakui

pembayaran sebagai pendapatan ketika pembayaran

diterima. Jika ada variasi penting dalam persyaratan

pembayaran, maka akan diperlukan ayat jurnal untuk

mencerminkan pola garis lurus atas pengakuan pendapatan.

Biaya langsung awal yang dikeluarkan sehubungan dengan

lease operasi akan ditangguhkan dan kemudian diamortisasi

selama periode lease, sehingga ditandingkan dengan

pendapatan sewa.

Akuntansi untuk Lease Jenis-Penjualan

Akuntansi untuk lease jenis-penjualan menambah satu

dimensi lagi untuk pendapatan lessor, yaitu laba atau

kerugian langsung yang merupakan selisih antara harga jual

aktiva lease dengan harga pokok lessor dalam memproduksi

atau membeli aktiva tersebut. Terdapat tiga nilai yang harus

diidentifikasi untuk menentukan unsur-unsur rugi-laba

tersebut, dapat diikhtisarkan sebagai berikut:

1. Pembayaran lease minimum seperti yang telah

dirumuskan di muka, untuk lease, yaitu pembayaran

sewa selama masa lease setelah dikurangi biaya

eksekutori yang termasuk di dalamnya ditambah jumlah

yang dibayarkan menurut opsi pembelian dengan harga

murah atau jaminan atas nilai residual.

2. Nilai pasar aktiva yang wajar.

3. Harga perolehan atau nilai terbawa aktiva bagi lessor

yang diperbesar oleh setiap biaya langsung awal

4. Pembayaran lease minimum seperti yang telah

dirumuskan di muka, untuk lease, yaitu pembayaran

sewa selama masa lease setelah dikurangi biaya

eksekutori yang termasuk di dalamnya ditambah jumlah

yang dibayarkan menurut opsi pembelian dengan harga

murah atau jaminan atas nilai residual.

5. Nilai pasar aktiva yang wajar.

6. Harga perolehan atau nilai terbawa aktiva bagi lessor

yang diperbesar oleh setiap biaya langsung awal

Laba pabrik atau penyalur adalah perbedaan antara nilai

pasar aktiva yang wajar [(2) di atas] dan harga perolehan

atau nilai terbawa aktiva bagi lessor [(3) diatas]. Jika harga

perolehan melebihi nilai pasar yang wajar, kerugian harus

dilaporkan. Perbedaan antara sewa kotor [(1) diatas] dan nilai

pasar harta yang wajar [(2) di atas] adalah pendapatan bunga

dan timbul karena tenggang waktu dalam membayar harta

seperti yang diuraikan dalam persyaratan lease.

Akuntasi untuk Lease Jenis-Penjualan yang

mempunyai Opsi Pembelian dengan Harga Murah atas

Jaminan Nilai Residual. Jika persyaratan lease menetapkan

bahwa lessor akan menerima pembayaran sekaligus pada

akhir periode lease dalam bentuk opsi pembelian dengan

harga murah atau jaminan nilai residual, maka pembayaran

lease minimum mencakup jumlah ini. Dengan demikian

piutang akan bertambah sebesar jumlah kotor pembayaran

mendatang, pendapatan bunga akan diterima di muka

bertambah sebesar bunga atas pembayaran pada akhir lease

dan penjualan bertambah sebesar nilai sekarang dari

tambahan tersebut. Dengan adanya pembayaran tambahan

ini, maka nilai pasar wajar aktiva lease akan cenderung naik

sebesar nilai sekarang pembayaran tambahan tersebut.

VII. PENGUNGKAPAN AKUNTANSI UNTUK LEASING

FASB telah menetapkan persyaratan pengungkapan

untuk semua lease, tanpa memperhatikan apakah lease itu

digolongkan sebagai lease operasi atau lease modal.

Informasi yang diharuskan tersebut melengkapi

pengungkapan yang disyaratkan di dalam laporan keuangan,

dan biasanya dimasukkan di dalam catatan tersendiri atas

laporan keuangan. Informasi berikut wajib dicantumkan untuk

semua lease yang mengandung periode lease awal atau

periode sisa yang tidak dapat dibatalkan di atas satu tahun:

Lesee

1. Jumlah kotor aktiva yang dicatat sebagai lease modal

dan akumulasi penyusutannya pada setiap tanggal

neraca yang disajikan menurut kelompok utama

berdasarkan sifat fungsinya.

2. Pembayaran sewa minimum mendatang yang

diwajibkan per tanggal neraca terakhir yang disajikan

secara agregat dan untuk lima tahun fiskal berikutnya.

Pembayaran ini harus dipisahkan antara lease operasi

dan lease modal. Untuk lease modal, biaya eksekutori

harus dikeluarkan.

3. Beban sewa pada setiap periode untuk mana

perhitungan rugi-laba disiapkan. Informasi tambahan

mengenai sewa minimum, sewa kontinjen, dan sewa

sublease harus disajikan untuk periode yang sama.

4. Penjelasan umum tentang kontrak lease, termasuk

informasi tentang pembatasan atas hal-hal seperti

dividen, hutang tambahan, dan leasing tambahan.

5. Untuk lease modal, jumlah bunga yang diperlukan untuk

mengurangi pembayaran lease agar sama dengan nilai

sekarangnya.

Perusahaan melease fasilitas dan peralatan produksi,

administrasi, transportasi, dan lainnya. Lease ini umumnya

menyatakan bahwa perusahaan membayar beban pajak,

asuransi dan pemeliharaan yang berkaitan dengan aktiva

lease. Berbeda dengan perlakuan akuntansi dari sisi lessor.

Lessor

1. Unsur-unsur berikut dari investasi bersih dalam lease

jenis penjualan dan lease pembiayaan langsung pada

setiap tanggal neraca:

a) piutang pembayaran lease minimum pada periode

mendatang dengan menyajikan pengurangan

tersendiri untuk biaya eksekutori dan akumulasi

penyisihan untuk piutang pembayaran lease

minimum yang tidak tertagih;

b) nilai residual tidak dijamin yang memberi

keuntungan bagi lessor.

c) Pendapatan diterima di muka;

d) Biaya langung awal, untuk lease pembiayaan

langsung saja.

2. Pembayaran lease minimum mendatang yang akan

diterima setiap tahun selama lima tahun berturut-turut

per tanggal neraca terakhir yang disajikan, termasuk

informasi mengenai sewa kontinjen;

3. Jumlah pendapatan diterima di muka yang termasuk di

dalam laba guna meng-offset biaya langsung awal

untuk setiap tahun penyajian perhitungan rugi-laba;

4. Untuk lease operasi, harga pokok aktiva lease kepada

pihak lain dan akumulasi penyusutannya;

5. Penjelasan umum tentang perjanjian leasing bagi

lessor.

KEPUSTAKAAN

Kieso, Donald E., and Weygandt, Jerry J., and Warfield, Terry D.,

2004, Intermediate Accounting, 11th edition, John Wiley &

Sons Inc., USA

Skousen, K. Fred, and Stice, Earl K., and Stice, James D., 1997,

Intermediate Accounting, 13rd edition, South-Western

College Publishing, Cincinnati, Ohio

Pratt, Jamie, 2000, Financial Accounting in an economic context,

4th edition, South-Western College Publishing, Cincinnati,

Ohio

Ikatan Akuntan Indonesia, 2002, Standar Akuntansi Keuangan per

1 April 2002, Penerbit Salemba Empat, Jakarta

0 komentar:

AKUNTANSI UNTUK LEASING

ABSTRAK

Leasing adalah satu arah untuk mempunyai harta berwujud tanpa membelanjakan banyak uang. Leasing dapat dibagi menjadi dua jenis: operating lease dan capital lease. kita harus membayar pembayaran angsuran pada waktu tertentu. Sewa Operasi adalah transaksi leasing, sebab ada tidak (ada) pilihan pembelian, kepemilikan memindahkan, menyewa periode kurang dari 75% masa penggunaan dan nilai sekarang tidak lebih dari 90% dari nilai harga pasar yang disewa. Catatan ini menguraikan teknik akuntansi yang berhubungan dengan menyewa transaksi, kedua-duanya: penyewa dan pemberi sewaan.

Kata Kunci: sewa operasional, sewa [modal/ibukota], penyewa, pemberi sewaan

I. PENGERTIAN LEASING

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam PSAK No. 30 mengistilahkan leasing menjadi kegiatan sewa guna usaha dalam Buku Standar Akuntansi Keuangan. Kegiatan sewa guna usaha diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia pada tahun 1974 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan clan Menteri Perindustrian No. Kep-122/MK/2/1974, No. 32/M/SK/ 2/1974 clan No. 30/Kpb/I/74 tanggal 7 Pebruari 1974 tentang "Perijinan Usaha Leasing", Sejak saat itu dan khususnya sejak tahun 1980 jumlah perusahaan sewa guna usaha dan transaksi sewa guna usaha makin meningkat dari tahun ke tahun untuk membiayai penyediaan barang-barang modal dunia usaha.

Hadirnya perusahaan sewa guna usaha patungan bersama perusahaan swasta nasional telah mampu mempopulerkan peranan kegiatan sewa guna usaha sebagai

alternatif pembiayaan barang modal yang sangat dibutuhkan para pengusaha di Indonesia, disamping cara-cara pembiayaan konvensional yang lazim. Sekarang mari kita lihat tentang definisi leasing. SKB Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian menyatakan: “Leasing ialah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati bersama” Definisi tersebut tampaknya hanya menampung satu jenis sewa guna usaha yang lazim disebut financial lease atau pembiayaan dengan cara sewa guna usaha. Namun demikian, dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/ KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988, jenis kegiatan sewa guna usaha telah diperluas yang menampung definisi berikut ini:

“ Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Financial Lease maupun Operating Lease untuk digunakan oleh penyewa guna usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.”

Capital Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha, di mana Penyewa Guna Usaha pada akhir masa kontrak memiliki hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama. Operating Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha di mana Penyewa Guna Usaha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha. Kieso et. al. (2004) mendefinisikan leasing sebagai berikut:

A lease is contractual agreement between a lessor and a lessee that gives the lessee the right to use specific property, owned by the lessor, for a specified period of time in return for stipulated, and generally periodic, cash payments (rent).

II. KEUNGGULAN LEASING DARI SEGI EKONOMI

Skousen et. al. (2003) menuliskan tiga keunggulan utama bagi lessee untuk leasing daripada membeli :

1. Tidak ada uang muka;

Perjanjian lease seringkali dibuat sedemikian rupa sehingga 100 % nilai aktiva dibiayai melalui lease. Tentu saja banyak kontrak leasing membutuhkan uang muka – sebagai contoh, perhatikan iklan yang Anda lihat untuk kontrak leasing sebuah mobil.

2. Menghindari risiko kepemilikan;

Ada banyak risiko yang menyertai kepemilikian dari suatu aset. Ini mencakup kerugian karena bencana, keausan, perubahan kondisi ekonomi, dan kerusakan fisik.

3. Fleksibilitas;

Kondisi bisnis dan persyaratan berubah setiap saat. Jika aset dileasekan, perusahaan dapat mengganti aset tersebut dengan mudah sebagai respon terhadap perubahan. Contoh dari kondisi ini adalah industri berteknologi tinggi dengan perubahan yang cepat di bidang komputer, robotik, dan telekomunikasi. Fleksibilitas adalah alasan utama berkembangnya leasing otomotif. Sedangkan keuntungan bagi Lessor dengan meleasingkan asetnya daripada menjual adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan penjualan.

Dengan menawarkan kepada konsumen potensial pilihan untuk melease produknya, manufaktur atau dealer dapat secara signifikan meningkatkan volume penjualan.

  1. Kelangsungan hubungan dengan lessee.

Dalam leasing, lessor dan lessee mempertahankan hubungan selama periode tertentu dan hubungan bisnis jangka panjang sering terbina melalui leasing.

  1. Nilai sisa dipertahankan.

Di dalam kontrak lease, hak kepemilikan dari aset yang dilease tidak pernah beralih ke lessee. Keuntungan lessor dari kondisi ekonomi dapat menimbulkan nilai residu yang signifikan pada akhir periode leasing. Lessor dapat meleasekan aset kepada lessee yang lain atau menjual aset dengan mengakui keuntungan penjualan. Dalam ringkasan, kontrak lease sering terdengar sebagai praktek bisnis baik bagi lessee maupun lessor. Sisa dari bab ini akan mendiskusikan kerumitan dan ketertarikan perlakuan

akuntansi untuk lease.

Akuntansi leasing dibagi menjadi dua kelompok besar – Capital Lease (Lease Modal) dan Operating Lease (Lease Operasi). Jika kontrak lease mensinyalir adanya perpindahan aset dari lessor ke lessee dianggap sebagai Capital Lease. Dianggap sebagai operating lease apabila perjanjian digolongkan sebagai perjanjian sewa, tidak ada perubahan kepemilikan. Pendapatan sewa lease diakui setiap tahun saat pembayaran lease ditagih.

Pada pembahasan selanjutnya berisi deskripsi yang lebih rinci tentang persyaratan yang ditemukan dalam kontrak lease. Perlakuan akuntansi khusus akan digunakan untuk membedakan operating lease dan capital lease.

III. SIFAT-SIFAT LEASE

Ketentuan kontrak lease berbeda-beda seperti: syarat pembatalan dan denda, opsi pembaruan dan pembelian dengan harga murah, periode lease, umur ekonomis aktiva, nilai residu, pembayaran lease minimum, suku bunga implisit dari kontrak lease, dan tingkat resiko yang ditanggung lessee, termasuk pembayaran biaya tertentu seperti pemeliharaan, asuransi, dan pajak.

Syarat-syarat pembatalan

Beberapa leasing tidak dapat dibatalkan, artinya kontrak leasing ini hanya dapat dibatalkan apabila ada ketidakpastian di masa yang akan datang atau syarat-syarat pembatalan dan denda pada leasing ini sangat mahal bagi lessee sehingga pembatalan tidak terjadi. Semua leasing yang dapat dibatalkan termasuk dalam operating lease; beberapa, tidak semua, leasing yang tidak dapat dibatalkan termasuk dalam capital lease.

Opsi pembelian dengan harga murah

Leasing kadang termasuk syarat yang diberikan kepada lessee, hak untuk membeli aset diwaktu yang akan datang. Jika opsi pembelian dengan harga tertentu yang telah dipertimbangkan diharapkan lebih kecil daripada harga pasar saat opsi untuk membeli maka opsi tersebut dapat diterima, kemudian opsi tersebut akan disebut bargain purchase option. Leasing dengan opsi untuk membeli termasuk dalam capital lease.

Periode lease

Untuk tujuan akuntansi, akhir dari periode lease didefinisikan sebagai akhir dari periode leasing yang tidak dapat dibatalkan, ditambah semua opsi pembaruan yang dijalankan. Opsi untuk pembaruan adalah syarat leasing seperti tingkat bunga leasing yang menarik atau syarat-syarat lain yang lebih disenangi, yang, dalam perjanjian lease dianggap sebagai pembaruan yang lebih panjang dari masa periode lease yang sudah disepakati.

Nilai residu

Harga pasar dari aset yang dilease diakhir periode lease dianggap sebagai nilai residu. Dalam beberapa perjanjian leasing, periode leasing diperpanjang sampai hampir seluruh umur ekonomis aset atau jangka waktu selama aset terus berproduksi, dan ada sedikit, nilai residu.

Pembayaran Leasing Minimum

Pembayaran sewa membutuhkan jangka waktu lease ditambah jumlah apapun yang harus dibayar untuk nilai residu baik itu opsi untuk membeli atau jaminan nilai residu termasuk dalam pembayaran leasing minimum. Pembayaran leasing terkadang termasuk pengenaan biaya seperti asuransi, pemeliharaan, dan pajak yang terjadi pada aset yang dilease. Biaya ini disebut sebagai executory cost dan tidak termasuk dalam pembayaran leasing minimum.

IV. KRITERIA PENGGOLONGAN LEASE

Topik akuntansi tentang leasing di Indonesia dinyatakan dalam PSAK No. 30. Sedangkan di Amerika Serikat (USA), FASB menerbitkan statement No. 13, “Akuntansi untuk leasing”. Tujuannya untuk menggambarkan kenyataan ekonomi dalam leasing dengan memperlakukan beberapa lease jangka panjang menjadi pelaporan sebagai pembelian harta bagi lessee dan penjualan bagi lessor. Kriteria untuk menentukan walaupun lease hanya sebuah kontrak persewaan (lease operasi) atau sebagai pembelian properti. (lease modal). Kriteria klasifikasi lease dan penggunaannya bagi lessee dan lessor diringkas dalam peraga berikut :

Lease Modal Lease Operasi

Ya <------------------------Pengalihan Pemilikan --------------------> Tidak

Ya <----------------Opsi Pembelian Dengan Harga Murah ------> Tidak

Ya <-----Jangka Lease > 75% Taksiran Umur Ekonomis -----> Tidak

Ya <------ Nilai Sekarang Pembayaran > 90% Nilai Pasar ----> Tidak

Kriteria tambahan yang berlaku untuk lessor :

1. Ketertagihan pembayaran lease minimum cukup dapat diramalkan.

2. Biaya yang masih akan dikeluarkan oleh lessor telah diketahui.

Lessee : Lease modal jika salah satu dari kriteria umum terpenuhi.

Lessor : Lease modal jika salah satu dari kriteria umum terpenuhi dan kedua kriteria tambahan terpenuhi.

Kriteria penggolongan - Lessee dan Lessor

Keempat kriteria umum yang berlaku untuk semua lease baik bagi lessee maupun lessor berkaitan dengan pengalihan pemilikan, opsi pembelian dengan harga murah, umur ekonomis, dan nilai pasar. Kriteria pengalihan kepemilikan terpenuhi jika lease mengandung ketentuan yang mengalihkan pemilikan sepenuhnya atas harta kepada lease pada akhir periode lease. Kriteria terdapatnya opsi pembelian terpenuhi jika lease berisikan opsi pembelian dengan harga murah. Kriteria ketiga berhubungan dengan umur ekonomis dari suatu aktiva. Kriteria ini terpenuhi jika periode lease sama dengan atau lebih daripada 75% taksiran umur ekonomis harta yang dilease. Kriteria umum yang keempat berfokus pada hubungan nilai pasar wajar anuitas pembayaran lease. Kriteria ini terpenuhi jika nilai sekarang pada awal periode lease dari pembayaran lease minimum, tidak termasuk biaya eksekutori, sama dengan atau lebih dari 90% dari nilai pasar wajar aktiva. Suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokan pembayaran lease minimum sangat berperan dalam menentukan apakah kriteria pembayaran pokok investasi dipenuhi. Semakin rendah suku bunga diskonto yang digunakan, semakin tinggi nilai sekarang pembayaran lease minimum dan semakin besar kemungkinan bahwa kriteria pembayaran pokok investasi sebesar 90% akan terpenuhi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, FASB menetapkan bahwa lessor harus menggunakan suku bunga implisit dari perjanjian lease. Lessee juga menggunakan suku bunga implisit dari lessor jika hal itu diketahui dan jika lebih rendah daripada suku bunga pinjaman inkremental dari lessee. Jika lessee tidak dapat menentukan suku bunga implisit lessor, maka dia harus menggunakan suku bunga pinjaman inkrementalnya.

Karena suku bunga pinjaman inkremental kerap kali lebih tinggi daripada suku bunga implisit, dan karena lessee pada umumnya tidak ingin mengkapitalisasi lease, banyak lessee menggunakan suku bunga pinjaman inkremental dan tidak berupaya menaksir suku bunga implisit. Pada tahun 1980-an, mengusulkan pengetatan kriteria lease modal dengan mengharuskan lessee untuk memperkirakan suku bunga implisit dalam semua masalah. FASB mengeluarkan proposal pada saat kecaman ketentuan proposal ini menjadi meluas.

Kriteria Penggolongan Tambahan – Lessor

Selain memenuhi salah satu dari empat kriteria umum, lessor harus memenuhi dua kriteria tambahan agar boleh melaporkan suatu lease sebagai lease modal yaitu : Penagihan pembayaran lease minimum cukup bisa diramalkan dan sebagian besar pengeluaran telah dilakukan dalam kegiatan yang dilakukan oleh lessor.

Peraga Penetapan Kriteria Penggolongan Lease untuk Situasi Lease

Ketentuan Lease Lease # 1 Lease # 2 Lease # 3 Lease # 4

Dapat dibatalkan Tidak Tidak Ya Ya

Hak berpindah kepada lesse Tidak Ya Tidak Ya

Opsi pembelian dgn harga

murah

Tidak Tidak Ya Tidak

Periode lease 10 tahun 10 tahun 8 tahun 10 tahun

Umur ekonomis aktiva 14 tahun 15 tahun 13 tahun 12 tahun

Nilai sekarang dari pembayaran

lease minimum sebagai

persentase dari nilai pasar

wajar-suku bunga incremental

80% 79% 95% 76%

Ketentuan Lease Lease # 1 Lease # 2 Lease # 3 Lease # 4

Nilai sekarang dari pembayaran

lease minimum sebagai

persentase dari nilai pasar

wajar-suku bunga implisit

92% 91% 92% 82%

Lesse mengetahui suku bunga

implisit

Tidak Tidak Ya Ya

Nilai residual yang tidak dijamin Ya Tidak Tidak Tidak

Nilai residual dijamin pihak

ketiga

Tidak Ya Tidak Tidak

Nilai sekarang dari pembayaran

lease minimum tanpa nilai

residual yang dijamin pihak

ketiga sebagai persentase nilai

pasar wajar-suku bunga implisit

92% 80% 92% 82%

Pembayaran sewa data ditagih

dan biaya lessor sudah pasti

Ya Ya Tidak Ya

Analisis atas lease:

Lesse

Diperlakukan sebagai lease

modal

Tidak Ya Ya Tidak

Kriteria yang dipenuhi Tidak ada 1 2 dan 4

Penggunaan suku bunga

pinjaman inkremental

Tidak tepat Ya Tidak

Periode amortisasi Tidak tepat 15 tahun 13 tahun

Harus

bersifat

tidak dapat

dibatalkan

Ketentuan Lease Lease # 1 Lease # 2 Lease # 3 Lease # 4

Lessor

Perlakuan sebagai lease modal Ya Ya Tidak Tidak

Yang dipenuhi dari 4 kriteria

prename

4 1 dan 4 2 dan 4

Kriteria lessor terpenuhi Ya Ya Tidak

Harus

bersifat

tidak data

dibatalkan

V. AKUNTANSI UNTUK LEASE LESSEE

Dari segi lessee, leasing digolongkan menjadi dua jenis

yaitu lease operasi (operating lease) dan lease modal (capital

lease). Jika suatu lease memenuhi salah satu dari 4 kriteria

penggolongan yang dibahas sebelumnya, maka lease itu

diperlakukan sebagai lease modal. Sebaliknya, jika kriteria itu

tidak ada yang terpenuhi maka digolongkan sebagai lease

operasi.

Akuntansi bagi Lease Operasi – Lesse

Lease operasi dianggap merupakan perjanjian sewa biasa.

Misalkan persyaratan lease bagi peralatan pabrik adalah

pembayaran biaya lease $40.000 setiap tahun. Ayat jurnal

pencatatan pembayaran sewa setahun akan menjadi sebagai

berikut:

Beban Sewa ………………………………………40.000

Kas …………………………………………….40.000

Akuntansi bagi Lease Modal – Lesse

Lease modal (capital lease) dianggap lebih merupakan

pembelian harta daripada penyewaan. Akibatnya akuntansi

bagi lease modal oleh pihak lesse menuntut ayat jurnal yang

mirip dengan jurnal transaksi pembelian aktiva dengan kredit

jangka panjang. Jumlah yang harus dicatat sebagai aktiva dan

sebagai kewajiban adalah nilai sekarang dari pembayaran

lease minimum dimasa mendatang sebagaimana telah

didefinisikan sebelumnya.

Nilai harta harus diamortisasi sesuai dengan kebijakan

penyusutan normal dari lesse. Periode amortisasi yang akan

digunakan tergantung kriteria yang digunakan untuk

menggolongkan lease sebagai lease modal. Jika kualifikasi

lease adanya transfer kepemilikan dan opsi pembelian murah,

umur ekonomi dari harta harus digunakan sejak diasumsikan

lessee akan mengambil alih asset tersebut untuk mengetahui

umur pakai dari aktiva tersebut pada akhir periode lease.

Perkiraan hutang lease harus dikurangkan setiap periode

karena telah dilakukan pembayarannya. Suku bunga

inkremental bagi lessee atau suku bunga implisit bagi lessor,

digunakan mana yang lebih rendah digunakan untuk

menghitung biaya bunga. Jika pembayaran dilakukan pada

bulan Januari maka bunga akrual pada 31 Desember harus

diakui. Kebijakan biaya penyusutan adalah garis lurus.

VI. AKUNTANSI UNTUK LEASE LESSOR

Sebagaimana diperlihatkan di muka, jika lease

memenuhi salah satu dari empat kriteria yang berlaku bagi

lessee maupun lessor, ditambah kedua persyaratan bagi

lessor (yakni ketertagihan dan penyelesaian sebagian besar

biaya yang harus dikeluarkan), maka lease itu digolongkan

sebagai lease modal oleh lessor dan dicatat entah sebagai

lease pembiayaan langsung ataupun sebagai lease jenis

penjualan.

Lease pembiayaan langsung melibatkan lessor yang

terutama bergerak dalam kegiatan pembiayaan, seperti bank

atau lembaga keuangan. Lessor memandang lease tersebut

sebagai investasi. Pendapatan yang dihasilkan lease jenis ini

adalah pendapatan bunga. Lease jenis penjualan

melibatkan produsen atau penyalur yang menggunakan lease

sebagai salah satu cara untuk memudahkan pemasaran

produknya. Dengan demikian, ada dua jenis pendapatan

yang berbeda dari lease semacam ini, yaitu (1) laba atau

kerugian langsung yang merupakan selisih antara harga

pokok harta yang dilease dengan harga jualnya, atau nilai

wajarnya, pada saat lease diprakarsai, dan (2) pendapatan

bunga yang diperoleh selama lessee melakukan pembayaran

sewa yang melunasi kewajiban sewa ditambah bunga.

Untuk lease operasi, lease pembiayaan langsung, atau

lease jenis penjualan, lessor harus mengeluarkan biaya

tertentu, yang disebut sebagai biaya langsung awal, dalam

memperoleh lease. Biaya ini meliputi biaya negosiasi lease,

melaksanakan pemeriksaan kredit lessee dan menyiapkan

dokumen lease.

Akuntansi untuk Lease Operasi – Lessor

Akuntansi untuk lease operasi bagi lessor persis sama

seperti yang telah diuraikan untuk lessee. Lessor mengakui

pembayaran sebagai pendapatan ketika pembayaran

diterima. Jika ada variasi penting dalam persyaratan

pembayaran, maka akan diperlukan ayat jurnal untuk

mencerminkan pola garis lurus atas pengakuan pendapatan.

Biaya langsung awal yang dikeluarkan sehubungan dengan

lease operasi akan ditangguhkan dan kemudian diamortisasi

selama periode lease, sehingga ditandingkan dengan

pendapatan sewa.

Akuntansi untuk Lease Jenis-Penjualan

Akuntansi untuk lease jenis-penjualan menambah satu

dimensi lagi untuk pendapatan lessor, yaitu laba atau

kerugian langsung yang merupakan selisih antara harga jual

aktiva lease dengan harga pokok lessor dalam memproduksi

atau membeli aktiva tersebut. Terdapat tiga nilai yang harus

diidentifikasi untuk menentukan unsur-unsur rugi-laba

tersebut, dapat diikhtisarkan sebagai berikut:

1. Pembayaran lease minimum seperti yang telah

dirumuskan di muka, untuk lease, yaitu pembayaran

sewa selama masa lease setelah dikurangi biaya

eksekutori yang termasuk di dalamnya ditambah jumlah

yang dibayarkan menurut opsi pembelian dengan harga

murah atau jaminan atas nilai residual.

2. Nilai pasar aktiva yang wajar.

3. Harga perolehan atau nilai terbawa aktiva bagi lessor

yang diperbesar oleh setiap biaya langsung awal

4. Pembayaran lease minimum seperti yang telah

dirumuskan di muka, untuk lease, yaitu pembayaran

sewa selama masa lease setelah dikurangi biaya

eksekutori yang termasuk di dalamnya ditambah jumlah

yang dibayarkan menurut opsi pembelian dengan harga

murah atau jaminan atas nilai residual.

5. Nilai pasar aktiva yang wajar.

6. Harga perolehan atau nilai terbawa aktiva bagi lessor

yang diperbesar oleh setiap biaya langsung awal

Laba pabrik atau penyalur adalah perbedaan antara nilai

pasar aktiva yang wajar [(2) di atas] dan harga perolehan

atau nilai terbawa aktiva bagi lessor [(3) diatas]. Jika harga

perolehan melebihi nilai pasar yang wajar, kerugian harus

dilaporkan. Perbedaan antara sewa kotor [(1) diatas] dan nilai

pasar harta yang wajar [(2) di atas] adalah pendapatan bunga

dan timbul karena tenggang waktu dalam membayar harta

seperti yang diuraikan dalam persyaratan lease.

Akuntasi untuk Lease Jenis-Penjualan yang

mempunyai Opsi Pembelian dengan Harga Murah atas

Jaminan Nilai Residual. Jika persyaratan lease menetapkan

bahwa lessor akan menerima pembayaran sekaligus pada

akhir periode lease dalam bentuk opsi pembelian dengan

harga murah atau jaminan nilai residual, maka pembayaran

lease minimum mencakup jumlah ini. Dengan demikian

piutang akan bertambah sebesar jumlah kotor pembayaran

mendatang, pendapatan bunga akan diterima di muka

bertambah sebesar bunga atas pembayaran pada akhir lease

dan penjualan bertambah sebesar nilai sekarang dari

tambahan tersebut. Dengan adanya pembayaran tambahan

ini, maka nilai pasar wajar aktiva lease akan cenderung naik

sebesar nilai sekarang pembayaran tambahan tersebut.

VII. PENGUNGKAPAN AKUNTANSI UNTUK LEASING

FASB telah menetapkan persyaratan pengungkapan

untuk semua lease, tanpa memperhatikan apakah lease itu

digolongkan sebagai lease operasi atau lease modal.

Informasi yang diharuskan tersebut melengkapi

pengungkapan yang disyaratkan di dalam laporan keuangan,

dan biasanya dimasukkan di dalam catatan tersendiri atas

laporan keuangan. Informasi berikut wajib dicantumkan untuk

semua lease yang mengandung periode lease awal atau

periode sisa yang tidak dapat dibatalkan di atas satu tahun:

Lesee

1. Jumlah kotor aktiva yang dicatat sebagai lease modal

dan akumulasi penyusutannya pada setiap tanggal

neraca yang disajikan menurut kelompok utama

berdasarkan sifat fungsinya.

2. Pembayaran sewa minimum mendatang yang

diwajibkan per tanggal neraca terakhir yang disajikan

secara agregat dan untuk lima tahun fiskal berikutnya.

Pembayaran ini harus dipisahkan antara lease operasi

dan lease modal. Untuk lease modal, biaya eksekutori

harus dikeluarkan.

3. Beban sewa pada setiap periode untuk mana

perhitungan rugi-laba disiapkan. Informasi tambahan

mengenai sewa minimum, sewa kontinjen, dan sewa

sublease harus disajikan untuk periode yang sama.

4. Penjelasan umum tentang kontrak lease, termasuk

informasi tentang pembatasan atas hal-hal seperti

dividen, hutang tambahan, dan leasing tambahan.

5. Untuk lease modal, jumlah bunga yang diperlukan untuk

mengurangi pembayaran lease agar sama dengan nilai

sekarangnya.

Perusahaan melease fasilitas dan peralatan produksi,

administrasi, transportasi, dan lainnya. Lease ini umumnya

menyatakan bahwa perusahaan membayar beban pajak,

asuransi dan pemeliharaan yang berkaitan dengan aktiva

lease. Berbeda dengan perlakuan akuntansi dari sisi lessor.

Lessor

1. Unsur-unsur berikut dari investasi bersih dalam lease

jenis penjualan dan lease pembiayaan langsung pada

setiap tanggal neraca:

a) piutang pembayaran lease minimum pada periode

mendatang dengan menyajikan pengurangan

tersendiri untuk biaya eksekutori dan akumulasi

penyisihan untuk piutang pembayaran lease

minimum yang tidak tertagih;

b) nilai residual tidak dijamin yang memberi

keuntungan bagi lessor.

c) Pendapatan diterima di muka;

d) Biaya langung awal, untuk lease pembiayaan

langsung saja.

2. Pembayaran lease minimum mendatang yang akan

diterima setiap tahun selama lima tahun berturut-turut

per tanggal neraca terakhir yang disajikan, termasuk

informasi mengenai sewa kontinjen;

3. Jumlah pendapatan diterima di muka yang termasuk di

dalam laba guna meng-offset biaya langsung awal

untuk setiap tahun penyajian perhitungan rugi-laba;

4. Untuk lease operasi, harga pokok aktiva lease kepada

pihak lain dan akumulasi penyusutannya;

5. Penjelasan umum tentang perjanjian leasing bagi

lessor.

KEPUSTAKAAN

Kieso, Donald E., and Weygandt, Jerry J., and Warfield, Terry D.,

2004, Intermediate Accounting, 11th edition, John Wiley &

Sons Inc., USA

Skousen, K. Fred, and Stice, Earl K., and Stice, James D., 1997,

Intermediate Accounting, 13rd edition, South-Western

College Publishing, Cincinnati, Ohio

Pratt, Jamie, 2000, Financial Accounting in an economic context,

4th edition, South-Western College Publishing, Cincinnati,

Ohio

Ikatan Akuntan Indonesia, 2002, Standar Akuntansi Keuangan per

1 April 2002, Penerbit Salemba Empat, Jakarta

0 komentar: